Bermain Peran
Pencurian
yang Meresahkan Warga
Di suatu malam yang
dingin tepatnya di desa Bojong Kenyot pak Kadir seorang pemuka desa dan
beberapa warga lainnya terlibat saling silang pendapat di balai rakyat oleh
pengaduan Ibu Kasim dan Ibu Ijah. Suasana malam itupun memanas. Tempo hari,
rumah Ibu Kasim didatangi perampok saat semua warga tertidur pulas. Kasus
pencurian juga terjadi di rumah Ibu Ijah yang kehilangan ayam miliknya. Warga
Bojong Kenyot pun mulai resah oleh ulah si pencuri.
Ibu Ijah :
“ Pencuri-pencuri itu telah membawa ayamku yang sedang
mengerami telurnya. Bagaimana ini nasib telor-telor
ayamku tak
menetas lah mereka?”
Ibu Kasim : “
Rugilah aku kalau begini Pak Kadir. Kalau si Pencuri itu
tertangkap, aku sate-sate dia.”
Pak
Kadir : “ Tenang Ibu-ibu sekalian,
tenang. Mari kita musyawarahkan
kasus ini bersama. Di desa kita memang
sudah lama siskamling
tidak
berjalan, inilah kesalahan kita bersama. Alangkah lebih
baik apabila siskamling diaktifkan kembali
demi keamanan di
desa Bojong Kenyot ini. Bagaimana Ibu-ibu,
Bapak-bapak?”
Warga mulai ribut berbicara sendiri untuk mencari solusi
kasus pencurian yang terjadi di rumah beberapa warga. Suasana kembali gaduh
oleh suara-suara warga yang beradu pendapat.
Ibu Ijah dan
Ibu Kasim : “ (Memecah kegaduhan) Dari kami setuju Pak! Supaya warga
lain tidak ada yang kecurian lagi”
Musyawarah
kemudian berjalan dengan lancar, tertib, dan tenang. Warga yang di balai desa mengemukakan
pendapatnya dan bersama-sama mengambil solusi
terbaik untuk menyelesaikan masalah pencurian di desa Bojong Kenyot.
SEKIAN…

Tidak ada komentar:
Posting Komentar